Kamu itu Aku juga.
Kamu itu Aku juga.
Aku suka kata ganti orang pertama "Aku" , ga tau kenapa. Kalo kata ganti orang ketiga, aku suka kata ganti orang ketiga tunggal, kamu. Aku suka kamu. Iya kamu. Karena kamu bisa berarti aku. Seperti bercermin. Untuk itulah tulisanku ini aku beri judul "Kamu itu aku juga."
Katanya segala sesuatu akan hilang saat kita mati, tapi jika kita menuliskannya maka hal itu akan abadi. Maka ini aku, dengan segala tulisan rumitku. Hadir lagi di sini. Selamat berjumpa kembali.
Bagaimana kabarnya? Baik, jelek atau biasa saja? Apapun kabarmu kalo kamu masih bisa baca tulisan ini, itu adalah pertanda baik, karena artinya kamu masih hidup haha. Alhamdulillah.
2020 bukan tahun terbaik, bisa dibilang ini adalah tahun terburuk bagi semua orang. Mimpi buruk banyak datang ketika malam, yang harusnya damai dengan semua rencana matang yang disusun rapi dalam lemari impian. Tapi tak apa, kalo kita semua masih hidup, kita bisa membuat lemari-lemari lagi di tahun depan.
Saat ini kalo kamu sedang bersedih, karena tahun ini kamu tidak dapat apa-apa, aku cuma mau bilang. Kamu ga sendiri kok. Masih ada aku.
Pembahasan kali ini, mari kita bahas diri kita. Seberapa jauh kamu dan aku kenal dengan diri kita masing-masing. Apakah masih proses perkenalan, atau sudah ke tahap saling mengenal dan mengerti satu sama lain?
Aku mulai dari aku dulu, kenapa? Karena ini blog aku. Simple saja. Tidak begitu. Sebenarnya aku ingin berhenti untuk membahas soal aku, tapi ya bagaimana lagi, orang yang paling dekat dengan aku saat ini adalah Aku. Orang yang paling aku mengerti adalah aku. Orang yang paling lama bersamaku adalah aku. Jadi aku mengambil contoh aku, agar aku mudah menuliskannya. Suatu hari saat aku sudah mengenal kamu sebaik aku mengenal diri, mungkin kamu akan menjadi modelnya.
Dari sini sebenarnya kamu sudah bisa menebak, seberapa jauh aku sudah mengenal aku kan?
Aku ga bilang, kalo aku udah bener2 mengenal diri aku. Nope. Proses mengenal diri adalah sebuah proses yang panjang, mungkin tidak akan berhenti sampai kita mati. Setiap hari ada saja hal baru yang ditemukan, karena manusia itu bertumbuh. Kalau sudah tidak bertumbuh ya mati.
Tapi aku bisa bilang, hari ini, sekarang aku lebih nyaman dengan diri aku. Lebih menerima segala yang ada dalam diri. Mau itu buruk atau baik, semuanya melekat dalam aku, tidak terpisah. Aku mencintai aku dengan segala yang ada didalamnya. Dan kata orang ini tandanya kita sudah mengenal diri. Tapi lagi, proses ini ga akan berhenti, jadi kata sudah sebaiknya diganti. Sudah berati usai. Usai berarti tamat. Tamat berarti mati. Kamu paham apa maksudku kan? Kalo engga, ga apa-apa, karena cuma aku yang paham.
Ini tidak terjadi dalam satu malam saja, butuh 22 tahun supaya aku bisa di posisi ini. Di posisi dimana aku bisa menghargai diri aku, menghargai perasaan aku. Kalo ditulis bisa jadi buku. Mungkin suatu hari aku buat buku tentang Aku. Aku dan hanya aku saja.
Dulu aku kira aku mencintai aku, nyatanya dulu aku adalah orang yang paling membenci diri. Orang yang paling tidak percaya dengan potensi diri. Tapi aku tidak mengaku, sehingga yang sering aku lakukan dulu adalah menyalahkan dan mencari alasan. Sinta dan alasan adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan.
Ternyata cinta yang kamu beri untuk kamu berbanding lurus dengan cinta yang kamu tebar kepada orang lain juga. Sungguh, hal ini ga pernah terpikirkan dulu. Orang egois sebenarnya adalah orang yang tidak benar-benar mencintai dirinya. Aku sudah membuktikannya, karena Sinta dan egois adalah anak kembar.
Tapi jangan salah, egois, self center adalah sebuah proses menuju Self Love. Jadi keep going!! Whuuut??? Oke abaikan. Maksudnya egois itu ga seburuk itu lhooo, karena kalo dulu aku ga egois aku ga bakalan kaya sekarang. Kalo dulu aku ga self center aku ga bisa self love. Pokoknya harus melihat hal baik di sisi buruk sekalipun lah yaa. Ga setuju? Ga apa-apa. Ini blog aku. Suka-suka aku. Haha. maaf.
Aku jadi bingung sebenarnya apa isi dari tulisan ini? Ada ide? Aku cuma menuliskan apa yang ada dalam pikiran saja.
Tapi aku ga bingung, soal apa yang ingin aku sampaikan ke kamu yang baca tulisanku kali ini.
Aku cuma mau bilang, mulailah jujur dengan perasaanmu juga, jangan takut atas pandangan mereka. Kalo kamu susah untuk melakukannya langsung, cobalah menuliskan perasaanmu. Di buku atau di note untuk kamu saja . Bukan tulisan roman menyentuh hati, atau tulisan motivasi penyemangat diri. Cukup tulisan curahan isi hati. Apa yang kamu rasa, siapa yang hari ini membuat kamu kesal, dan orang mana yang hari ini membuat kamu bahagia.
Dari sini kamu bisa lebih terbuka dengan diri, lebih bisa memahami. Kemudian kamu bisa berteman dengan diri kamu sendiri. Dan dengan sendirinya kamu akan mencintai diri.
Ada banyak hal di dunia ini yang penuh dengan kepura-puraan. Jujur dengan diri sendiri itu melegakan. Jangan berbohong lagi pada diri kamu. Kasihan, dia selama ini hidup dengan orang asing.
Semua orang akan meninggalkanmu, kecuali kamu.
Oh satu lagi, buat kamu, yang selalu mikirin orang lain, mikirin pendapat, atau sikap orang lain soal kamu. Cobalah untuk berhenti berprasangka. Prasangkamu membuat hatimu sakit, sungguh. Kamu tidak mengerti orang lain, ingat. Jadi jangan banyak asumsi, kasihan diri kamu. Kalo kamu ingin tau, coba bertanya jangan so tau. Cape tau.
Terimakasih untuk kamu yang baca tulisan aku, semoga kita semua sehat selalu.
...
Apakah kamu sadar, aku suka pake rima? aaa.uuu.iiii.
....
Komentar
Posting Komentar