Berbagi.

Berbagi.

Hai bagaimana kabar kalian? Baik-baik kan? Saya juga sangat baik sekarang. Haduh butuh waktu lama ternyata untuk saya post sesuatu disini. Dan ini masih cerita nyata bukan cerita khayal.

Satu bulan lalu saya katakan saya masih belum bisa mengenal diri saya sendiri, saya masihlah tetap saya yang sama 21 tahun yang lalu. Sekarang? Sedikitnya saya sudah mengenal diri saya sendiri, keren kan? Haha. Ini salah satu pencapaian terbesar saya, mungkin.

Ini tergolong cepat bagi saya, awalnya saya mengira ini akan lama. Terimakasih kepada seseorang yang membantu saya sejauh ini. Mungkin dia tidak menyadari, tapi banyak hal baik yang bisa saya serap darinya.

Apa yang sebenarnya mau saya bagi kali ini bukanlah sesuatu yang besar, ini hanya bagian kecil. Mari kita mulai!

Berdamailah dengan dirimu.

Kalimat diatas mungkin sering kalian dengar, paham kan maksudnya? Tapi apakah kalian benar-benar paham maksudnya? Atau pernahkah kalian mencoba mencari tau apa itu?

Saya? Tidak pernah. Untuk apa? Saya tidak sedang bermusuhan dengan diri saya,  saya baik-baik saja. Saya bangga terhadap diri saya.

Bohong.

Itu kebohongan. Saya terus mengatakan itu pada diri saya untuk menutupi kenyataan sebenarnya. Sebuah penyangkalan.

Orang yang paling membenci diri saya adalah saya. Orang yang tidak percaya pada saya adalah saya. Orang yang bilang saya tidak cukup baik adalah saya. Masalah ini ada karena saya.

Orang yang tidak mau masalah ini terpecahkan adalah saya. Alasan terbesar saya tak pernah bisa memaafkan masa lalu adalah saya. Orang yang tidak bisa berdamai dengan diri saya adalah saya.

Saya adalah sosok antagonis disini, Tapi saya tidak mau mengakuinya. Saya mencari-cari alasan dan sosok lain yang bisa saya salahkan untuk masalah ini. Agar saya seolah-olah menjadi korban. Ini menyenangkan.

Tapi semu.

Saya tidak benar-benar memaknai hidup saya sejauh ini. Saya kebingungan. Saya bingung mencari jalan keluar dari semua ini. Saya hanya tetap berada dalam lingkaran yang sama. Lingkaran setan kalau mark mansion bilang.Saya stress memikirkan ini semua. Banyak sekali yang saya pikirkan. Rasanya kepala saya mau meledak.

Saya akhirnya menyerah dengan ke egoisan saya.  Saya akhirnya menyadari jika saya membutuhkan orang lain. Satu poin saya dapatkan disini. Manusia tetaplah makhluk sosial, sekuat apapun dia pasti membutuhkan orang lain juga.

Saya meminta tolong pada seseorang, karena saya tidak sanggup mencari jalan keluarnya sendiri. Saya merepotkan dia. Ini egois juga sebenarnya, saya menarik orang lain kedalam masalah saya. Tapi saya sudah buntu.

Dia mau membantu saya. Hal yang saya syukuri. Dia menunjukan pintu keluarnya. Kuncinya saya yang harus mencari sendiri. Kuncinya adalah saya. Sayalah orang yang bisa membuka pintu itu.

Sekarang saya sudah bisa membuka pintu itu, sekarang saya sudah bisa keluar dari lingkaran setan itu. Saya tidak akan lagi terjebak dalam lingkaran itu.

Sedikit membingungkan mungkin analoginya, haha maafkan itu kekurangan saya 😊.

Jadi intinya saya bisa berdamai dengan diri saya sendiri. Saya bisa menjadikan diri saya sebagai kunci membuka pintu keluar itu. Mungkin belum sepenuhnya karena semua membutuhkan waktu juga. Sewaktu2 saya bisa masuk ke dalam lingkaran itu lagi, namun saya sudah tau dimana pintu keluarnya dan saya memegang kuncinya. Jadi tidak usah khawatir.

Masalah-masalah yang lebih besar pastilah sedang menunggu saya di ujung gang. Tapi itu bukan sesuatu yang mesti ditakutkan. Itu adalah sebuah kewajaran. Saya pasti bisa menghadapinya. Harus bisa!

Untuk kalian yang memiliki masalah serupa dengan saya, tetap semangat!! Kalian pasti juga akan menemukan jalan keluar dari semua masalah itu. Bagaimana caranya? Itu tergantung kalian. Intinya cobalah membuka diri, cobalah menceritakan hal ini kepada seseorang yang kalian anggap tepat. Tapi jangan terus merepotkan dia. Kalian harus berusaha untuk mencari jalannya juga. Ini masalah kalian kuncinya ada dalam diri kalian. Masalah hidup tidak akan pernah selesai tapi setidaknya kita sudah tau bagaimana menghadapinya.

...

Hah~ lega rasanya. Benang kusut dalam pikiran saya sedikit demi sedikit terurai. Akhir-akhir ini saya banyak tersenyum. Saya menjalani hari saya dengan perasaan lega. Saya bermaksud berbagi, Adakah sesuatu yang kalian dapatkan dari ini?

Sampai jumpa lagi~~

Komentar