Pasar natal.

Pasar natal.

German penuh dengan lampu.  Köln tak mau ketinggalan. Mulai hari ini sampai 7 hari kedepan.  Ada pasar natal di lapang.

Pasar natal samadengan makanan enak. Biarpun hanya beberapa jenis saja yang dibolehkan saya makan.

Tidak seantusias tahun kemarin-kemarin,  tetap saja pasar natal terasa istimewa.

Banyak potongan harga. Sekaleng kue favorit hanya setengah harga, mantel beludru dilepas percuma. Dan beberapa euro bonus akhir tahun tak pernah terlupa.

Seperti biasa, setiap tahun pasti kesana. Dengan teman lama ataupun kolega kerja.

Hari ketiga saya ke sana,  memakai mantel beludru tahun lalu berjalan keluar membuka pintu. Ingin bawa gajah.

Gajah marah,  tak mau pergi dari rumah.  Tahu jika dia akan ditinggal dengan Ema.

Gajah tak pamitan,  langsung menghambur ke atas sofa empuk Ema. Ema seperti nenek, dia selalu bilang saya tak cukup makan. Lalu kemudian buatkan  kudapan.

Tak apa. Gajah akan baik-baik saja.

Kata mutter pasar natal di Berlin lebih besar karena akan ada acara. Tapi Tom tak bisa datang,  dia demam.  Kasihan. Katja tak lagi murung,  dia suka naik roller coaster. Futter mengirim buku bacaan. Ada keluarga baru,  Anna.

Tahun ke empat saya di german. Pasar natal akan terus menjadi kebiasaan.

Lampu berwarna-warni sedikit menyilaukan,  kacamata saya sepertinya harus diganti.  Sudah memburam dari biasanya.

Teman menunggu di depan gerbang, beramai-ramai kita datang. Hampir sepuluh orang, waw. Tak biasanya.

Jika bertemu pasti seru, bertukar cerita dengan canda. Saya makin kurus katanya. Mereka khawatir. Sampai malam itu saya ditraktir.

Terimakasih teman,  tanpa kalian mungkin hampa. Tinggal jauh dari keluarga,  membuat sering merindu. Tapi dengan kalian,  sedikit terobati.

Pulang,  saya lupa menjemput gajah. Dia makin marah. Menghindar saat pagi saya datang. Ema terkikik geli,  saya juga. Gajah memang lucu.

Lupa,  dipasar natal saya beli pernik hiasan dinding. Hanya beberapa. Saya bagi satu untuk Ema,  empat saya kirim ke Berlin. Sisanya menjadi teman dikamar.

Dua hari kemudian tetiba saya demam. Akhir tahun tak bisa keluar.

....

Kemalangan salah satu tanda Cinta sang Kuasa. Bersabar. Semua pasti punya maksud kan? 







Komentar